Mungkin menurut kalian, gue nulis ini cuma buat lomba, tapi gue mau bener-bener ngasih manfaat, nasehat, cerita, atau apalah kalian sebutnya.
Apa sih kebaikan itu? apa sih gunanya kalo kita bermanfaat bagi orang lain? Soal pertanyaan-pertanyaan itu, mungkin gue ngga bisa ngasih arti yang bener-bener tepat, tapi gue bisa berpendapat soal itu. Menurut gue, kebaikan itu adalah bagaimana cara kita ingin diperlakukan yang kita sendiri perlakuin ke orang lain, orang bisa mentranslasiin kebaikan itu dalam konotasi positif maupun negatif, misal ada seorang yang taat agama, disiplin, kerja keras, dll lah pokoknya yang baik baik, dia bisa mentranslasikan kata "kebaikan" jadi sesuatu yang bener-bener baik, contohnya memberi atau menolong sesama, nah ngomongin yang konotasi negatifnya, kita ambil misal ada suatu geng rampok terkenal, bagi mereka "kebaikan" bisa jadi sesuatu yang lain, seperti misal, membantu temannya dalam merampok minimarket, atau membagi hasil begal, ataupun mencuri. Berarti gacukup ga sih kita tau cuma soal "kebaikan" ? Tentu diluar itu, kita perlu banget paham dan membiasakan diri untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, kenapa? Pertama-tama kita perlu pahamin dulu, bahwa manusia itu makhluk sosial, bahkan seintrovert-introvertnya manusia, pasti membutuhkan orang lain, itu kenapa, kita sebagai manusia yang kita semua sadar bahwa kita membutuhkan orang lain, perlu juga untuk bisa bermanfaat bagi orang lain yang tentunya butuh kita juga.
Sekarang gue mau bahas tentang menebar kebaikan, di zaman sekarang ini, bisa diliat semakin berkembangnya zaman, teknologi, pendidikan, dll. Seharusnya bisa jadi alat yang mempermudah dalam menebar kebaikan ga sih? Udah masuk era dimana Informasi tuh bisa melesat dengan cepat melalui yang kita sebut "Internet." Misi kita sebagai manusia yang baik, gue sebagai millenial, harus bisa memanfaatkan segala kekuatan teknologi yang ada untuk menebar kebaikan lebih luas lagi.
Gue punya cerita, kejadian nyata, kecil sih, tapi kalo kalian teliti, InsyaAllah masuk kok, nih jadi gini, kalian percaya gak kalo kita semakin sering memberi, kalian gaakan semakin miskin? kejadian ini terjadi sama gue dan terjadi berkali kali, gue ngerasain perbedaannya disaat gue sering ngasih-ngasih dan disaat gue lebih mikirin untuk diri sendiri gue kedepannya, asli beda banget rasanya, ketika gue mikirin diri sendiri, cenderung setelah uang kita habis untuk kita sendiri, dalam waktu lama, kita ngerasa uang kita abis mulu bawaan, nah ketika gue emang lagi banyak duit, maaf bukan sombong, tapi emang kebetulan lagi gaada tujuan kedepannya mau keperluan apa, kebetulan sahabat terbaik gue di IPB, mereka termasuk yang mikir beberapa kali bahkan untuk mengeluarkan duit untuk dirinya sendiri, bisa dibilang, gue yang paling ada lah gitu, disaat kita lg kumpul berempat, emang lagi laper semua, gue tiba tiba kepikiran untuk traktir mereka semua apa yang gue suka bgt, gue traktir mereka inisialnya "McD" gausah disebut merk, tapi apa, cukup banyak menurut gue sebagai orang yang tinggal di asrama, dikasih uang bulanan, dan bisa dibilang, 2/3 uang mingguan gue abis untuk traktir mereka, gue ga mikirin soal, gimana nanti gue kedepannya makan apa, gue lakuin aja gitu. Guess what, kakak gue transfer uang lebih banyak dari uang gue satu bulan. Ga sekali terjadi, hal seperti ini terjadi bisa dibilang berkali kali, pernah juga gue traktir temen SMA, sepupu ngasih juga 5 kali lipat. Apa yang gue mau tekanin di cerita ini adalah gue mau buktiin kalo kalimat "Memberi gaakan membuat kalian miskin" "Allah SWT melipatgandakan apa yang anda beri" itu semua bener, ngga pernah Allah SWT ngasih yang sama persis, entah di jumlah, entah di skala butuhnya di waktu yang tepat.
Gambar 1.1 Foto gue dan 3 sahabat gue di cerita. (Gue yang tengah atas)
Temen-temen semua, di paragraf ini, gue mau ngasih pandangan gue terhadap apa yang gue rasain di lingkungan sekitar, Indonesia, walaupun orangnya ramah senyum kalo orang bule bilang, tapi jujur deh, tingkat kepedulian kita jauh dibawah mereka, orang Indonesia cenderung masih memikirkan dirinya sendiri, bahkan Alm. Kakek gue jatuh dari motor di tengah jalan raya, dibawah fly over Pancoran yang ada patungnya, gaada yang nyamperin, orang-orang lewat hanya memikirkan diri sendiri, sampe akhirnya kakek gue untung masih ngga apa apa, bisa bangun sendiri dan lanjut ke jalan pulang.
Dear, semua orang yang baca bacaan ini, yuk bisa kok kita berbuat kebaikan, cukup dengan cara meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar, gacuma ke orang terdekat, bahkan gaada salahnya kita berbuat baik kepada orang yang kita juga gakenal, mulai dari kalian sesedikit apapun yang baca tulisan seorang penulis yang seneng ngeluh ini, kalian bisa mulai mengajak dan akhirnya jadi banyak yang ngimpinya tuh bisa sampe seIndonesia berubah, cause that's what Influencer do.
Sampaikan ke semua orang berbuat kebaikan bisa dengan cara apapun, mulai dari kewajiban kita yang beragama Islam untuk ber-zakat bisa lewat www.dompetdhuafa.org yang keren banget bisa ga kebayang CEOnya bener-bener tulus berarti kan untuk para dhuafa, kita sebagai anak muda yang bisa menginfluence masa depan calon generasi penerus yang mewarnai dunia setelah kita, tunjukkin cerita terbaik kalian, ajarkan kebaikan berbagi kepada orang-orang yang dibawah kalian, kekuatan terbesar Indonesia adalah sila ke-tiga, "Persatuan Indonesia."
Dompet Dhuafa
#MenebarKebaikan
#LombaBlogMenebarKebaikan
Apa sih kebaikan itu? apa sih gunanya kalo kita bermanfaat bagi orang lain? Soal pertanyaan-pertanyaan itu, mungkin gue ngga bisa ngasih arti yang bener-bener tepat, tapi gue bisa berpendapat soal itu. Menurut gue, kebaikan itu adalah bagaimana cara kita ingin diperlakukan yang kita sendiri perlakuin ke orang lain, orang bisa mentranslasiin kebaikan itu dalam konotasi positif maupun negatif, misal ada seorang yang taat agama, disiplin, kerja keras, dll lah pokoknya yang baik baik, dia bisa mentranslasikan kata "kebaikan" jadi sesuatu yang bener-bener baik, contohnya memberi atau menolong sesama, nah ngomongin yang konotasi negatifnya, kita ambil misal ada suatu geng rampok terkenal, bagi mereka "kebaikan" bisa jadi sesuatu yang lain, seperti misal, membantu temannya dalam merampok minimarket, atau membagi hasil begal, ataupun mencuri. Berarti gacukup ga sih kita tau cuma soal "kebaikan" ? Tentu diluar itu, kita perlu banget paham dan membiasakan diri untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, kenapa? Pertama-tama kita perlu pahamin dulu, bahwa manusia itu makhluk sosial, bahkan seintrovert-introvertnya manusia, pasti membutuhkan orang lain, itu kenapa, kita sebagai manusia yang kita semua sadar bahwa kita membutuhkan orang lain, perlu juga untuk bisa bermanfaat bagi orang lain yang tentunya butuh kita juga.
Sekarang gue mau bahas tentang menebar kebaikan, di zaman sekarang ini, bisa diliat semakin berkembangnya zaman, teknologi, pendidikan, dll. Seharusnya bisa jadi alat yang mempermudah dalam menebar kebaikan ga sih? Udah masuk era dimana Informasi tuh bisa melesat dengan cepat melalui yang kita sebut "Internet." Misi kita sebagai manusia yang baik, gue sebagai millenial, harus bisa memanfaatkan segala kekuatan teknologi yang ada untuk menebar kebaikan lebih luas lagi.
Gue punya cerita, kejadian nyata, kecil sih, tapi kalo kalian teliti, InsyaAllah masuk kok, nih jadi gini, kalian percaya gak kalo kita semakin sering memberi, kalian gaakan semakin miskin? kejadian ini terjadi sama gue dan terjadi berkali kali, gue ngerasain perbedaannya disaat gue sering ngasih-ngasih dan disaat gue lebih mikirin untuk diri sendiri gue kedepannya, asli beda banget rasanya, ketika gue mikirin diri sendiri, cenderung setelah uang kita habis untuk kita sendiri, dalam waktu lama, kita ngerasa uang kita abis mulu bawaan, nah ketika gue emang lagi banyak duit, maaf bukan sombong, tapi emang kebetulan lagi gaada tujuan kedepannya mau keperluan apa, kebetulan sahabat terbaik gue di IPB, mereka termasuk yang mikir beberapa kali bahkan untuk mengeluarkan duit untuk dirinya sendiri, bisa dibilang, gue yang paling ada lah gitu, disaat kita lg kumpul berempat, emang lagi laper semua, gue tiba tiba kepikiran untuk traktir mereka semua apa yang gue suka bgt, gue traktir mereka inisialnya "McD" gausah disebut merk, tapi apa, cukup banyak menurut gue sebagai orang yang tinggal di asrama, dikasih uang bulanan, dan bisa dibilang, 2/3 uang mingguan gue abis untuk traktir mereka, gue ga mikirin soal, gimana nanti gue kedepannya makan apa, gue lakuin aja gitu. Guess what, kakak gue transfer uang lebih banyak dari uang gue satu bulan. Ga sekali terjadi, hal seperti ini terjadi bisa dibilang berkali kali, pernah juga gue traktir temen SMA, sepupu ngasih juga 5 kali lipat. Apa yang gue mau tekanin di cerita ini adalah gue mau buktiin kalo kalimat "Memberi gaakan membuat kalian miskin" "Allah SWT melipatgandakan apa yang anda beri" itu semua bener, ngga pernah Allah SWT ngasih yang sama persis, entah di jumlah, entah di skala butuhnya di waktu yang tepat.
Gambar 1.1 Foto gue dan 3 sahabat gue di cerita. (Gue yang tengah atas)
Temen-temen semua, di paragraf ini, gue mau ngasih pandangan gue terhadap apa yang gue rasain di lingkungan sekitar, Indonesia, walaupun orangnya ramah senyum kalo orang bule bilang, tapi jujur deh, tingkat kepedulian kita jauh dibawah mereka, orang Indonesia cenderung masih memikirkan dirinya sendiri, bahkan Alm. Kakek gue jatuh dari motor di tengah jalan raya, dibawah fly over Pancoran yang ada patungnya, gaada yang nyamperin, orang-orang lewat hanya memikirkan diri sendiri, sampe akhirnya kakek gue untung masih ngga apa apa, bisa bangun sendiri dan lanjut ke jalan pulang.
Dear, semua orang yang baca bacaan ini, yuk bisa kok kita berbuat kebaikan, cukup dengan cara meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar, gacuma ke orang terdekat, bahkan gaada salahnya kita berbuat baik kepada orang yang kita juga gakenal, mulai dari kalian sesedikit apapun yang baca tulisan seorang penulis yang seneng ngeluh ini, kalian bisa mulai mengajak dan akhirnya jadi banyak yang ngimpinya tuh bisa sampe seIndonesia berubah, cause that's what Influencer do.
Sampaikan ke semua orang berbuat kebaikan bisa dengan cara apapun, mulai dari kewajiban kita yang beragama Islam untuk ber-zakat bisa lewat www.dompetdhuafa.org yang keren banget bisa ga kebayang CEOnya bener-bener tulus berarti kan untuk para dhuafa, kita sebagai anak muda yang bisa menginfluence masa depan calon generasi penerus yang mewarnai dunia setelah kita, tunjukkin cerita terbaik kalian, ajarkan kebaikan berbagi kepada orang-orang yang dibawah kalian, kekuatan terbesar Indonesia adalah sila ke-tiga, "Persatuan Indonesia."
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa
#MenebarKebaikan
#LombaBlogMenebarKebaikan


Comments
Post a Comment